13 agustus – 8 september 2018 PKL di KPPBC TMP A SEMARANG
Minggu
-
Berangkat dari Stasiun Purwokerto ke Stasiun
Semarang Poncol.
-
Ketemu yasinta, dan 2 teman sma kelas ips.
-
Lihat sekeliling, siapa tau ada orang di kenal.
-
Saya adalah orang yang mudah ditandai dan dikenali.
Walaupun sudah memakai topi sekalipun dan rambut botak cepak.
-
Usahakan kalua bepergian ingat, masker itu
penting. Baik untuk tidur dalam perjalanan maupun untuk undercover.
-
Ternyata ada gocar yang pakai taksi. Dilihat
dari pakaiannya, profiling. Berpakaian batik biru, ternyata mobil taksi, di
aplikasi tercantum mobil limo.
-
Argo taxi itu meter/mb(waktu). Kalau taxi diam,
yang jalan argo waktu megabytes. Kalau taxi jalan, meter/mb gerak semua dalam
artian terakumulasi.
-
Ingat orang yang menawar-nawarkan ojek atau apa
yang menganggu dalam perjalanan adalah orang yang sedang mencari nafkah. Tolak
dengan senyuman hangat, jangan menunjukan bahwa diri dalam keadaan terganggu
dan terlalu fulgar merepresentasikan bahwa diri tidak butuh jasanya.
-
Jangan terlalu ramah ke orang yang jutek, waktu
itu supir taksinya jutek. Jadi terkesan ngemis-ngemis. Jangan terlalu ramah,
tapi gali informasi sebanyak mungkin.
-
Ketika kita membeli jasa, ingat kita adalah bos.
Supir itu malah tanya2 alamat, tinggal ngikutin gps juga gampang. Tolol. Stay
cool aja, bilang maaf pak alamat sesuai di GPS saya kurang tahu.
-
Di perjalanan “Wah enak kalau di bea cukai,
masalah duit jangan dipikir lagi. Bener”
-
Ketika taxi sampai, supirnya bilang, “Mas yang
penting jangan korupsi ya.”
-
Sebelum sampai ke alamat, kalau pertama kali dan
tidak tahu. Kabari dulu kalua hampir sampai. Agar orang di sana stand by di
lokasi penjemputan. Jangan seperti orang hilang.
Senin
-
Berangkat ke kantor, bangun jam 4 udah ada yang
mandi. Hanya satu kamar mandi untuk semua cowo satu kontrakan.
-
Usahakan serobot mandi, jangan mandi terakhir
intinya.
-
Kalau pengen poop ketika banyak antrian kamar
mandi, segera pergi ke toilet public. Misalnya di area masjid terdekat.
-
Kalau sama orang baru, perhatikan plat nomor
kendaraan bermotor. Analisis dari mana dia tinggal. Ternyata kemarin ada motor
plat R berjumlah 2 buah.
-
Setiap kali memasuki tempat baru, atau berkaitan
dengan rutinitas baru. Buat checkpoint pada peralihan pergerakan. Pada
persimpangan tandai tempat berangkat dan tempat pulang.
-
Kalau di daerah orang lain, walaupun ke warteg.
Pakailah Bahasa daerah dimana warteg tersebut berada. Bahasa Indonesia malah
jadi mahal harga makannya. Jangan langsung pakai Bahasa daerah asal juga,
misalnya ngapak. Sesuaikan. Jangan banyak nanya, nanya seperlunya jangan
terlalu dalam kalua basa basi. MIsalnya Tanya gedungan, keluban. Kluban
diketawain.
-
Terkadang ke orang yang mencakar kamu, kamu
harus jadi orang sok tahu. Jangan tetap stay bodoh, walaupun kamu dalam mode
penggalian informasi. “Udah tahu sayur yang saya tunjuk itu kok, Tanya lagi.
Tadi cuman ambil itu doang kan. Piring bagian belakang.” Tidak usah bilang
kluban! Haha!
-
Kalau ke preman, bilang sory jangan pakai
ketawa. Sory yang tegas aja. Sebelum minta maaf, profiling dulu. Cara minta
maaf agar tidak diinjak, sesuaikan dengan profiling orang yang mau kamu ucapkan
minta maaf.
-
Hari itu pertemuan di ruang rapat dengan kepala
kantor dan kasubag umum
-
Kalau ingin menjawab soal kuis dari atasan,
dengan intonasi yang selow dan jangan terlalu cepat seperti menjawab kuis di
TV. “DEMAK!”
-
Hari pertama, bagusnya akrabin diri. Banyak
Tanya atau loyalin ke salah satu teman, agar terlihat anak geng. Pastikan
loyalin ke orang yang loyal juga. Biasanya anak geng jadi pusat perhatian
secara sekilas. Setelah itu baur satu persatu. Kenali minimal 1 anak pada
kesempatan pertama.
-
Dekati orang-orang yang sudah dekat, paling
dekat, atau sudah kenal. Agar terlihat hangat social. Baru kenalan dengan orang
baru.
-
Dekati orang-orang yang hangat pada hari pertama.
Masuk ke dalam lingkungan percetakan awal, agar posisimu aman.
Selasa
-
Nota dinas didapat sore, nempel dengan orang
berpengaruh diantara teman kamu ya bil. Kamu jadi ikut berpengaruh secara
perlahan baik dianggap secara social sebagai pemimpin regu Siswa PKL bidan PLI.
-
Waktu itu saya ikut ngambil nota dinas sama
ketua PKL
-
Duduk di dekat orang berpengaruh ketika
lingkungan sedang mencetak pengaruhnya. Duduk tiduran di kursi dekat ketua PKL.
-
Jadi koordinator regu
-
Perkenalan, yang lucu lah santai
Rabu
-
Belajar kamera
-
Foto copy
-
Scan
-
Mengarsipkan dokumen
-
Puisi
Kamis
-
Design foto
-
Video kemerdekaan
-
Makan roti
-
Evaluasi kok gerogi, karena lingkungan lucu.
Ngga pede kalua diri sendiri terlihat terlalu kaku. Santai aja.. jadi diri
sendiri
-
Bicaranya malah konyol, keringat dingin,
tersenyum kaku, bicara cepat. Ah jadi pengen nonjok diri sendiri
-
Memotong pembicaraan teman, berbicara role ke-2
-
AH! Bete dalam forum pembicaraan. Padahal ini
level seangkatan. Pas di level kepala kantor malah bisa santai.
-
Dalam setiap apa yang kamu dapat, persiapkan
bahwa kamu akan berbicara di depan umum bil, walaupun apa yang kamu dapat akan
kamu simpan di dalam otakmu sendiri.
-
Siap berbicara kapanpun dan dimanapun. Ketika
bengong atau gabut, berusaha cari topik bersosial. Mengutarakan. Siap ditunjuk
untuk berbicara sewaktu-waktu. Kalau bingung ga bisa ngasih info banyak di
forum umum, santai saja. Bicara sedikit, sisanya bilang. Apakah ada yang mau
menambahkan dari teman-teman PLI ? nah gitu mantap ^_^
-
Kalau dalam posisi terjepit, pahami, hadapi,
berikan pendahuluan atau abstraksi jangan lari. Kemudian bisa dilimpahkan ke
orang lain. Udah gampang. Jadi tidak terkesan pecundang hahaha.
Jumat
-
Jangan ngikut ibu, ke saudara jangan banyak
basi-basi. Basa basi sekali dalam pembuka percakapan. Selebihnya bicara
orientasi tujuan, dan omongan dapat dipegang.
-
Udah ditunggu ke rumah lik seno malah ngga
datang-datang.
Sabtu
-
Tidur, kurang produktif bingung mau ngapain
-
Buat list to do! untuk perencanaan ketika gabut
di kosan, gabut di rumah, gabut di kantor dll
-
Comments
Post a Comment