Wahai
seantero jagad raya
Wahai
mata yang terbuka semalaman
Buka,
terbukalah
Dingin
Ya,
dingin sekali
Dingin
pembuka hari ini
Titik
awal bagi segalanya termulai
Merekah
hangat ku rasa bunga kamboja mulai menutup
Embun
pagi menyapa dan bertanya
Pemuda
desa, air mata, mata air
PKN-STAN
? siapa
Pandangku
berkaca
Terbusung
dada, tersenyum bibir
Kampus
tercinta, tempatku belajar
yang
merombak-rambik perjalananku
Apakah
semua asa terbuang percuma
Apakah
semua peluh selama ini kelak menjadi arti
Dulu
ku tanyakan begitu padamu
Wahai
embun pagi
Dengarkanlah,
sentuhlah ini
Kampus
kebanggaan, tak salahkah perjuangan ini
Rasa
cinta yang melebihi ambang
Terkasih
terpeluk hangat
Kini
aku menjadi presiden J
Comments
Post a Comment